irwantoshut.com
 
 


 
 
 


TAMAN NASIONAL MANUSELA

Taman Nasional Manusela yang berada pada posisi 2°48’ - 3°18’ LS dan 129°06’ - 129°46’ BT ditunjuk dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 281/Kpts-VI/1997 mempunyai luas 189.000 hektar. Letaknya di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dengan temperatur udara berkisar 25° - 35° C dan curah hujan 1.500 – 2.000 mm/tahun. Ketinggian tempat berkisar antara 0 – 3.027 meter dpl.
Puncaknya yang tertinggi adalah puncak gunung Binaya yang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Maluku. Masyarakat desa Manusela, Makualaina, Salimena, dan Kanike, merupakan enclave di dalam kawasan Taman Nasional Manusela. Masyarakat tersebut telah lama berada di desa-desa tersebut, dan percaya bahwa gunung-gunung yang berada di taman nasional dapat memberikan semangat dan perlindungan dalam kehidupan mereka.

manusela park

Kepercayaan mereka secara tidak langsung akan membantu menjaga dan melestarikan taman nasional. Kegiatan pengembangan daerah ini untuk meningkatkan pendapatan daerah harus tetap mempertahankan keaslian ekosistem dan lingkungan. Satwa dan flora pada Kawasan Taman Nasional banyak yang termasuk dalam jenis endemik karena hanya terdapat pada lokasi ini dan tidak terdapat di hutan manapun di dunia. Seperti jenis burung Kakatua Raja (Cacatua mollucensis) yang menjadi "maskot" dari Taman Nasional ini.

cacatua
Cacatua mollucensis

Potensi Objek Wisata Alam

Kawasan TNM banyak memiliki keunikan dan kekhasan, seperti lembah Manusela dengan pemandangan alamnya yang menarik dan keadaan iklimnya yang segar dan menyenangkan, lembah Piliana yang kaya jenis kupu-kupu, Sawai dengan aneka karang lautnya yang indah, air panas di Tehoru serta kegiatan safari rusa di pada Pasahari.
Di Kawasan TNM juga banyak ditemukan bunga anggrek, bunga bangkai (Rafflesia sp) hutan khas dan indah, vegetasi alpin dan pakis endemik yang sangat disukai rusa karena merupakan pakan rusa yang enak. Kegiatan lapangan seperti penelitian atau pendidikan juga dapat terakomodir dalam kawasan TNM dengan adanya berbagai flora dan fauna endemik tanaman obat dan lain-lain. Selain itu pada daerah penyangga terdapat beberapa objek wisata seperti penginapan terapung di teluk sawai, budidaya mutiara, budidaya rumput laut, geiser di Tehoru serta wisata budaya berupa adat istiadat kebudayaan dan upacara suku asli Pulau Seram di sekitar TNM.

panjat tebing
Lokasi Panjat Tebing Sawai (http://www.dephut.go.id)

Potensi Flora

Kekayaan flora yang dimiliki TNM berupa 187 jenis/genus dari 55 famili diantaranya 97 jenis anggrek dan 98 jenis paku-pakuan (pakis) dimana terdapat jenis endemik (Cyanthea binayana). Taman Nasional Manusela merupakan perwakilan tipe ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan di Maluku. Tipe vegetasi yang terdapat di taman nasional ini yaitu mangrove, pantai, hutan rawa, tebing sungai, hutan hujan tropika, hutan pegunungan, dan hutan sub-alpin. Beberapa jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain tancang (Bruguiera sexangula), bakau (Rhizophora mucronata), api-api (Avicennia sp.), kapur (Dryobalanops sp.), pulai (Alstonia scholaris), ketapang (Terminalia catappa), pandan (Pandanus sp.), meranti (Shorea selanica), benuang (Octomeles sumatrana), matoa/kasai (Pometia pinnata), kayu putih (Melaleuca leucadendron), berbagai jenis anggrek, dan pakis endemik (Chintea binaya).

Potensi Fauna

Pulau Seram memiliki delapan jenis mamalia terestrial yang asli terdiri dari tiga jenis Marsupial yaitu bandicoot/mapea (Rhyncomeles prattorum), Kuskus (Spilocuscus maculatus dan Phalanger orientalis) dan lima jenis Rodensia, yaitu Melomys aerosus, Melomys fulges, Melomys fraterculus, Rattus ceramicus dan Rattus feliceus. Di TN. Manusela dapat dijumpai jenis mamalia yang lebih besar seperti Rusa (Cervus timorensis), Babi hutan (Susscrofa dan S. Celebebsis), Anjing liar (Canis familiar), Kucing liar (Felis catus) dan Musang (Paradoxurus hermaphroditus, Vivera tangulunga). Ada 26 jenis kelelawar di kawasan TN. Manusela antara lain Rousettus amplixicaudus, Pteropus melaopogon, Pteropus ocularis dan Macroglossus minimus (Macdenald et all. 1993) Kekayaan jenis burung di Pulau Seram sebanyak 196 species, 124 diantaranya merupakan jenis menetap sedangkan 72 spesies adalah jenis migran. Sebanyak 13 jenis merupakan endemik Seram. Birdlife International telah menetapkan daerah burung endemik (DBE) Seram yang mencakup Pulau Seram dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis burung sebaran terbatas di Pulau Seram ada 28 jenis, delapan jenis diantaranya adalah endemik. Jenis Kasturi tengkuk ungu (Lorius domicella) dan Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis) sekarang terancam punah karena banyaknya penangkapan untuk diperdagangkan. Jenis burung endemik lainnya yaitu : Diacrum vulneratum, Raja udang (Halycon lazuli, H. Sacta dan Alcedo atthis), Nuri raja (Alisterus amboinensis), Nuri kepala hitam (Lorius domicella), Burung madu besar (Philemon subcorniculatus) serta Kasuari (Casuarius casuarius).

nuri kepala hitam Lorius domicella
Nuri kepala hitam (Lorius domicella)

Jenis Kadal Endemik Seram yaitu Dibamus seramensis. Buaya (Crocodylus porosus) sering dijumpai di sungai Wae Toluarang dan Wae Mual. Diperkirakan sebanyak 90 jenis kupu-kupu (FA0,1981). Kupu-kupu endemik Seram yaitu Epistema staudingeri dan Hypochrysops dolechallii.

Aksesibilitas

Taman Nasional Manusela dapat dicapai melalui jalan darat dari Kota Masohi ibu kota kabupaten Maluku Tengah. Akses ke Taman Nasional lebih mudah karena jalan Trans Seram ke wilayah utara Pulau Seram melewati Taman Nasional ini. Dengan menggunakan alat transportasi darat sudah dapat menikmati keindahan Taman Nasional Manusela. Dari Ambon ke Masohi dapat ditempuh dengan berbagai alternatif. Pertama, menggunakan ferry melewati Pelabuhan Hunimua - Waipirit setiap hari selama dua jam, dilanjutkan ke Masohi sekitar 3 jam. Alternatif kedua, menggunakan Kapal Cepat dari Pelabuhan Hurnala Tulehu menuju Amahai Masohi sekitar 2 jam.

Gambar Fauna Indonesia >>>


 

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
• Tepi Merkele, Tepi Kabipoto, Wae Kawa : Menjelajahi hutan, panjat tebing, pengamatan satwa/ tumbuhan.
• Pasahari: Pengamatan satwa rusa dan burung.
• Wai Isal: Berkemah, menjelajahi hutan, pengamatan satwa/ tumbuhan.
• Masihulang: Pusat Rehabilitasi Satwa, Pengamatan satwa burung
• Pilana: Pengamatan kupu-kupu dan menjelajahi hutan.
• Gunung Binaya (Gunung yang tertinggi di Maluku): Pendakian, menjelajahi hutan dan air terjun.
Musim kunjungan terbaik : bulan Mei s/d Oktober setiap tahunnya.

Sumber :

Balai Taman Nasional Manusela
(http://www.dephut.go.id)

 

Mengenal Taman Nasional
acacia nelotica
Invasi Spesies Acacia nilotica pada
Taman Nasional Baluran - Jawa Timur
Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Provinsi Maluku Utara
Taman Nasional Manusela - Provinsi Maluku
Pusat Penyelamatan Satwa
Masihulang Pulau Seram - Provinsi Maluku
Gambar dan Video Fauna - Satwa Indonesia
Fauna Indonesia | Satwa Langka yang Perlu Dilindungi

 

POHON POHON

 

 

HOME
GLOBAL WARMING
INDONESIA FOREST
INDONESIA BIODIVERSITY
CDM IN INDONESIA
MANGROVE FOREST
THE IMPORTANCE OF TREES
FOREST AND ECOLOGY
KIND OF CONSERVATION
KIND OF BIODIVERSITY
HOW PLANTS GROW
FOREST PICTURES
FACEBOOK
PENELITIAN
PAPER / ARTIKEL
KULIAH KEHUTANAN
PERJALANAN
DIARY
GALERI PHOTO
INFO SEPUTAR HUTAN
PROSIDING NFP
KESEHATAN TUBUH
KOTA AMBON
UNIVERSITAS PATTIMURA
TIPS MAHASISWA
BIODATA IRWANTO
PHOTO PRIBADI
FACEBOOK IRWANTO