logo irwantoshut.com
 
 
 


 
BEST IMAGES
 
superman returns
 
James Bond 007
 
body building
 
michael jackson
 
batman
 
spiderman
 
secret of britney
 
HARRY POTTER
 
free counters

 

Search www.irwantoshut.com


Custom Search


PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE
TELUK KOTANIA KABUPATEN SERAM BARAT MALUKU
Oleh : Irwanto, 2008

Hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam. Menurut FAO, Hutan Mangrove adalah Komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut.

Kata mangrove merupakan kombinasi antara bahasa Portugis ”Mangue” dan bahasa Inggris ”grove” (Macnae, 1968 dalam Kusuma et al, 2003). Dalam bahasa inggris kata mangrove digunakan baik untuk komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah jangkauan pasang surut maupun untuk individu-individu jenis tumbuhan yang menyusun komunitas tersebut.

Hutan mangrove dikenal juga dengan istilah tidal forest, coastal woodland, vloedbosschen dan hutan payau (bahasa Indonesia). Selain itu, hutan mangrove oleh masyarakat Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya yang berbahasa Melayu sering disebut dengan hutan bakau. Penggunaan istilah hutan bakau untuk hutan mangrove sebenarnya kurang tepat dan rancu, karena bakau hanyalah nama lokal dari marga Rhizophora, sementara hutan mangrove disusun dan ditumbuhi oleh banyak marga dan jenis tumbuhan lainnya. Oleh karena itu, penyebutan hutan mangrove dengan hutan bakau sebaiknya dihindari (Kusuma et al, 2003).

Mangrove tersebar di seluruh lautan tropik dan subtropik, tumbuh hanya pada pantai yang terlindung dari gerakan gelombang; bila keadaan pantai sebaliknya, benih tidak mampu tumbuh dengan sempurna dan menjatuhkan akarnya. Pantai-pantai ini tepat di sepanjang sisi pulau-pulau yang terlindung dari angin, atau serangkaian pulau atau pada pulau massa daratan di belakang terumbu karang di lepas pantai yang terlindung (Nybakken, 1998).

Tumbuhan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya mangrove mempunyai sistem perakaran yang menonjol yang disebut akar nafas (pneumatofor). Sistem perakaran ini merupakan suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau bahkan anaerob. Mangrove tersebar di seluruh lautan tropik dan subtropik, tumbuh hanya pada pantai yang terlindung dari gerakan gelombang; bila keadaan pantai sebaliknya, benih tidak mampu tumbuh dengan sempurna dan menancapkan akarnya. Beberapa manfaat hutan mangrove dapat dikelompokan sebagai berikut:

A. Manfaat / Fungsi Fisik :
1. Menjaga agar garis pantai tetap stabil
2. Melindungi pantai dan sungai dari bahaya erosi dan abrasi.
3. Menahan badai/angin kencang dari laut
4. Menahan hasil proses penimbunan lumpur, sehingga memungkinkan terbentuknya lahan baru.
5. Menjadi wilayah penyangga, serta berfungsi menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar
6. Mengolah limbah beracun, penghasil O2 dan penyerap CO2.

B. Manfaat / Fungsi Biologis :
1. Menghasilkan bahan pelapukan yang menjadi sumber makanan penting bagi plankton, sehingga penting pula bagi keberlanjutan rantai makanan.
2. Tempat memijah dan berkembang biaknya ikan-ikan, kerang, kepiting dan udang.
3. Tempat berlindung, bersarang dan berkembang biak dari burung dan satwa lain.
4. Sumber plasma nutfah & sumber genetik.
5. Merupakan habitat alami bagi berbagai jenis biota.

C. Manfaat / Fungsi Ekonomis :
1. Penghasil kayu : bakar, arang, bahan bangunan.
2. Penghasil bahan baku industri : pulp, tanin, kertas, tekstil, makanan, obat-obatan, kosmetik, dll
3. Penghasil bibit ikan, nener, kerang, kepiting, bandeng melalui pola tambak silvofishery
4. Tempat wisata, penelitian & pendidikan.

Beberapa desa yang terdapat pada Teluk Kotania adalah : Pulau Osi, Pelita Jaya, Kotania, Wael, TamanJaya, Pohon Batu dan Masika Jaya. Sebagian besar masyarakat suku Buton tinggal di sepanjang wilayah pesisir Teluk Kotania dengan jenis mata-pencaharian yaitu berkebun. Pada saat ini telah terjadi pergeseran atau perubahan jenis mata-pencaharian dari berkebun ke nelayan atau kombinasi keduanya. Dari delapan dusun yang ada di wilayah pesisir Teluk Kotania, hanya dusun Pelitajaya (53 %) dan Pulau Osi (90 %) yang benar-benar menggantungkan kehidupan mereka pada laut, yaitu sebagai nelayan penangkap ikan hiu (sirip ikan hiu).

mangrove pelita jaya seram
Daerah Mangrove Pelita Jaya

Kondisi ekonomi masyarakat pesisir di Teluk Kotania yang memiliki jenis mata-pencaharian sebagai nelayan berpenghasilan relatif baik, yaitu sekitar Rp 74,5 juta/tahun, sedangkan yang memiliki jenis mata-pencaharian berkebun hanya sekitar Rp 20,2 juta/tahun.

Membaiknya harga pasar dari produk laut dan mempunyai prospek yang lebih bagus, menyebabkan masyarakat setempat beralih pekerjaannya sebagai nelayan. Sebagai contoh nelayan penangkap kepiting bakau yang hasil tangkapannya berpeluang untuk diekspor. Oleh sebab itu, dengan banyaknya masyarakat yang beralih mata-pencaharian menjadi nelayan, maka dalam pemanfaatan sumberdaya perlu berhati-hati, khususnya sumberdaya kepiting bakau, teripang, bulu babi, berbagai jenis kerang-kerangan yang terlihat ada kecenderungan menurun ukuran dan populasinya.

Sumberdaya mangrove memberikan beragam produk dan jasa, baik yang dapat langsung dipasarkan maupun yang tidak, baik dari lingkungan di sekitar mangrove maupun yang terjadi di luar dan jauh dari mangrove. Meskipun demikian masih terasa sulit untuk mengetahui nilai ekonomi total dari ekosistim mangrove.

Menurut hasil kajian Supriyadi dan Wouthuyzen (2005) menunjukkan bahwa nilai ekonomi total dari hutan mangrove di Teluk Kotania pada tahun 1999 adalah Rp. 64,8 milyar atau Rp. 60,9 Juta/ha. Nilai ini masih terlalu rendah, karena masih banyak komponen lain pada hutan mangrove yang sulit untuk ditentukan baik fungsi dan harga pasarnya. Hal ini lebih dipersulit dengan keunikan mangrove di Teluk Kotania, dimana mangrove, padang lamun dan terumbu karang hidup berdampingan secara harmonis.

Ketidaktahuan akan nilai ekonomi ekosistim hutan mangrove disebabkan oleh 2 faktor utama, yaitu :
(1). kebanyakan dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh ekosistim mangrove wujudnya tidak diperdagangkan di pasar, sehingga tidak memiliki nilai yang dapat diamati, dan
(2). Beberapa dari barang dan jasa tersebut terjadi di luar dan jauh dari ekosistim mangrove sehingga penghargaan terhadap barang dan jasa itu sering dianggap tidak ada kaitannya dengan mangrove (misal kesuburan perairan hasil dari kontribusi mangrove, yang menyebabkan banyaknya ikan, udang, kepiting, moluska di suatu wilayah perikanan pantai yang jauh dari hutan mangrove.

Kondisi sosial masyarakat setempat yang sebagian besar (65 %) bermata-pencaharian berkebun, ternyata dapat mencegah aktifitas dalam penebangan kayu mangrove atau pengrusakan hutan.

Usaha konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak harus melihat hasil analisis manfaat dan biaya apakah hasilnya mampu menghasilkan nilai manfaat bersih sekarang (Net Present Value) jauh lebih besar dibandingkan kondisi hutan mangrove sekarang. Adapun kebijakan ini merupakan salah satu contoh masukan bagi pengambil kebijakan yang seyogyanya sangat patut mendapatkan perhatian.

Menurut hasil kajian Supriyadi dan Wouthuyzen (2005) tentang Penilaian ekonomi (economic valuation) hutan mangrove di Teluk Kotania, Seram barat, Provinsi Maluku, adalah sebagai berikut :

1). Mangrove tidak diragukan dapat memberikan produk dan jasa bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya, tetapi masih banyak fungsi dari mangrove yang tidak diketahui, sehingga dalam pemanfaatannya hanya yang mempunyai nilai pasar langsung saja yang dihitung. Hal ini menyebabkan pengabaian yang dapat merugikan dalam rencana pengembangan hutan mangrove

2). Hasil penilaian ekonomi total dari hutan mangrove di Teluk Kotania pada tahun 1999 adalah Rp. 64,8 milyar atau Rp. 60,9 Juta/ha. Nilai ini masih terlalu rendah, karena masih banyak komponen lain pada hutan mangrove yang sulit untuk ditentukan baik fungsi dan harga pasarnya.

3) Agar diperoleh hasil yang lebih representatif, khususnya untuk kasus Teluk Kotania yang memiliki keunikan ekosistim, maka valuasi nilai ekonomi perlu dilakukan untuk seluruh ekosisitim yang ada di sekitar teluk tersebut.

4) Hasil contoh pemanfaatan mangrove dari lokasi lain menunjukkan bahwa membiarkan keberadaan mangrove sebagaimana adanya memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi, dibandingkan jika mangrove dikonversi, sehingga sebaiknya hutan mangrove di Teluk Kotania tidak dikonversi, dan perlu dimanfaatkan secara hati-hati.

Penebangan mangrove di sekitar Teluk Kotania masih dapat dilihat, namun penebangan dilakukan terbatas pada mangrove yang sudah sangat tua. Batang pohon yang ditebang adalah dari jenis Rhizophora sp, Bruguiera gimnorrhiza dan Ceriops tagal, yang berdiameter rata-rata 25 - 50 cm.

kayu mangrove
Tempat menjemur rumput laut yang terbuat
dari kayu Ceriops tagal di Pulau Osi.

 

books of mangrove

Kayu tersebut terutama digunakan sebagai kayu bakar, baik untuk keperluan dapur sehari-hari maupun untuk pengasapan ikan. Pemanfaatan kayu jenis Ceriops tagal juga sebagai tiang-tiang bahan bangunan dan tempat menjemur rumput laut. Sebetulnya kepada masyarakat sudah diberitahukan bahwa mangrove itu termasuk tumbuhan yang dilindungi dan tidak boleh ditebang.

Gambar Hutan Mangrove, Hutan Bakau, Hutan Payau. >>>


PUSTAKA :

SUPRIYADI & WOUTHUYZEN, 2005. Penilaian Ekonomi Sumberdaya Mangrove di Teluk Kotania, Seram Barat, Provinsi Maluku. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. No. 38 : 1 – 21. ISSN 0125-9830.

ANONIMOUS, 1995, Penentuan Calon Kawasan Konservasi Laut di Pulau Marsegu dan sekitarnya. Provinsi Maluku. Dirjen Pembangunan Daerah Depdagri Bekerjasama dengan Direktorat Bina Kawasan Suaka Alam dan Konservasi Flora Fauna, Dephut. Jakarta.

 

HUTAN MANGROVE DAN MANFAATNYA (DOWNLOAD PDF FILE)

 

INFO KEHUTANAN
Sabtu, 14 Agustus 2010
Sosialisasi pelaksanaan REDD-Plus Indonesia di tingkat provinsi dan kabupaten
Senin, 11 Januari 2010
Manfaat Hutan dalam Perdagangan Karbon
Rabu, 23 Desember 2009
Konferensi Kopenhagen titik tolak baru kerja sama Internasional dalam penanggapan Perubahan Iklim
Jumat, 06 Maret 2009
Indonesia Gagal Manfaatkan Karbon
Senin, 24 November 2008
Menebang Hutan untuk Menyukseskan Program GERHAN
Senin, 17 November 2008
Prospek Pengembangan Ekowisata Kawasan Wisata Alam Laut Pulau Marsegu dan Sekitarnya
Pemanfaatan Hutan Mangrove Teluk Kotania Kabupaten Seram Barat Maluku
Pengembangan Cluster Khusus Taman Nasional Manusela Wilayah Kapet Seram
Kehidupan Masyarakat Terpencil Bagian Utara Wilayah Kapet Seram
Sabtu, 16 Agustus 2008
Bintangur Pantai (Callophylum inophylum L )
Sumber Bahan Bakar Alternatif dan Manfaat Lainnya.
Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata (L.) Pierre)
Tumbuhan Sumber Bahan Bakar Alternatif


HOME
GLOBAL WARMING
INDONESIA FOREST
INDONESIA BIODIVERSITY
CDM IN INDONESIA
MANGROVE FOREST
THE IMPORTANCE OF TREES
FOREST AND ECOLOGY
KIND OF CONSERVATION
KIND OF BIODIVERSITY
HOW PLANTS GROW
FOREST PICTURES
HEALTHY BODY
INVEST IN SERAM
FOREX TRADING
MAKING LOANS
MORTGAGE
GUESTBOOK
PENELITIAN
PAPER / ARTIKEL
KULIAH KEHUTANAN
PERJALANAN
DIARY
GAMBAR / LOGO
BERITA KEHUTANAN
PROSIDING NFP
KESEHATAN TUBUH
KOTA AMBON
UNIVERSITAS PATTIMURA
TIPS MAHASISWA
BIODATA IRWANTO
PHOTO PRIBADI
FACEBOOK IRWANTO
BUKU TAMU
 

Hasilkan Uang
dari Blog atau
Website Anda

money

 
DOWNLOAD FREE SOFTWARE
FREE SOFTWARE
DOWNLOAD FREE
GAMES

FREE GAME
 

PICT & BOOKS

BEST PICTURE

 
BOOKS DEGRADATION
 
 TREE SEED
 
 
Related Links
MANGROVE WEBS COM
BACK TO
NATURE
NATURE
HEALTHY
SAVE FOREST
WEBS
FORESTER'S BLOG
WORDPRESS
INDONESIA FOREST PICTURES
PROJECT CDM IN INDONESIA

Privacy Policy
Google Adsense

Google Mail

Yahoo Mail

Adwords

Adbrite

email:
irwantoshut@yahoo.com. irwantoshut@gmail.com.
sms: 081343007763

Subscribe to updates

Irwanto Forester

Create Your Badge


rahasia kaya dari internetDapatkan Uang dari Program Publisherasia bersama

   

TIP : Hematkan waktu anda saat mencari informasi dengan Search Engine : Ketik kata yang ingin dicari, jika merupakan 2 atau 3 kata, "harus" memakai tanda petik pada awal dan akhir, agar search engine tidak mencari secara terpisah. Contoh: "Manfaat Mangrove Manfaat Hutan Bakau" Jika tipe file PDF yang ingin dicari ketik: filetype:pdf - Contoh: "Manfaat Mangrove Manfaat Hutan Bakau" filetype:pdf

Custom Search